KESERUAN RIANTI CARTWRIGHT DI AMARYLLIS

             Pindah ke rumah baru menjadi momen yang menyenangkan bagi sebagian orang. Segala kerepotan tidak sebanding dengan antusiasme sebagai penghuni baru. Sebuah awal yang penuh kemungkinan, kesempatan, dan harapan. Pasangan suami istri Rianti Cartwright dan Cassanova Alvonso menikmati setiap hari yang mereka lalui sejak pertama pindah ke rumah ini sekitar tiga bulan lalu.

 

            Suasana hangat sebuah rumah bisa dihasilkan melalui penataan interior yang tepat. Namun kami bisa merasakannya di rumah ini sejak Casanova pertama kali membukakan pintu utama yang berwarna merah. Pria yang biasa disapa Cas ini adalah seorang musisi R&B yang lama tinggal di New York, Amerika Serikat. Big Apple mempunyai kesan spesial bagi Cas. Ia ingin menghadirkan hal-hal tersebut pada rumah ini. Salah satunya melalu fasad yang terinspirasi apartemen tengah kota di sana. Cas bahkan memberi nama rumah ini Amaryllis, sebagai perlambang sebuah awal baru. Di dalam rumah, Rianti menyambut dengan senyum dan suaranya yang khas.

            Melangkah ke dalam, kita baru menyadari kalau rumah ini tidak bertingkat. “Langit-langitnya kami buat tinggi supaya berkesan lapang, karena rumah ini tidak besar. Lahan hanya 200 meter persegi dan bangunan satu lantai,” jelas Rianti. Aktris yang pernah dikenal sebagai VJ ini menceritakan bahwa rumahnya dibangun dengan merenovasi rumah lama. Tidak ada struktur yang dihilangkan, hanya penambahan di bagian depan. “Sebelumnya di depan rumah ada garasi. Tapi saya lebih membutuhkan ruang kerja. Jadi garasi diubah menjadi ruang kerja dan mobil cukup di carport,” jelas Rianti.

            Tidak ada ruang tamu di rumah ini. Rianti dan Cas mengaku belum sempat mengisinya. Atau mungkin secara tidak sadar, pasangan yang sudah tujuh tahun menikah ini memang tidak terlalu membutuhkan fungsi ruang tamu pada rumahnya. Naluri mereka menuntun untuk mengisi ruang keluarga, ruang makan, dapur, kamar dan ruang kerja terlebih dulu. “Kami memang tidak terlalu memaksakan harus langsung terisi semua. Biarkan mengalir saja, sedikit demi sedikit. Kalau langsung terisi semua, terus mau apa lagi? Tidak terasa prosesnya,” jelas Cas yang disambut anggukan Rianti.

“Rak ini sengaja dibuat tinggi hingga ke langit-langit untuk mendukung kesan grand yang ingin dihasilkan. Sementara langit-langit di ruang makan masih setinggi desain rumah lama,” jelas Rianti. Rak buku yang belum terisi penuh justru menandakan rumah ini masih terus tumbuh, seiring keseruan pasangan ini ‘berburu’. “Cas itu orang yang spesifik. Dia tahu barang apa yang dia inginkan, bahkan untuk kran air di taman depan rumah,” ujar Rianti tertawa.

            Rianti sangat puas dengan dapurnya. Dia jarang memasak, namun desain dapur mungil yang kompak dan praktis ini memudahkan aktivitasnya di tempat itu. Letaknya berdekatan dengan meja makan. Area inilah yang akhirnya menjadi ‘ruang tamu’ informal untuk teman-teman dekat. Sebagian bisa duduk di ruang keluarga yang berada di sebelah meja makan. Teman-temannya sudah tahu tentang aturan tidak tertulis di area ini. Sangat terlarang membawa makanan atau minuman ketika duduk di sofa putih besar yang ada disitu. Sofa ini adalah salah satu benda favorit Rianti.

            Walau tidak terlalu luas, rumah ini punya ruang yang lengkap untuk berbagai fungsi. Kamar tidur utama di bagian depan punya walk-in closet, bukan sekedar lemari pakaian. Jika ada keluarga yang singgah, tersedia kamar tidur tamu di bagian belakang, bersebelahan dengan kamar mandi yang desainnya dirancang oleh Cas. Layaknya paviliun di rumah-rumah besar, kamar tidur tamu menghadap ke taman yang apik. Desainer landscape Satya Putra yang juga sahabat Rianti merancang taman ini dan secara berkala memonitor keadaannya. Taman juga menjadi pemandangan yang melengkapi dan memberi keseimbangan pada desain rumah ini.