Kalimat: arsitek adalah panggilan hati diucapkan Maria Rosantina berkali-kali saat wawancara berlangsung. Bagi Maria Rosantina bidang arsitektur bukan sekadar pekerjaan, melainkan juga hobi dan passion. Dengan demikian ia menyatakan telah mendapatkan kebahagiaan hidupnya. “Rasanya tidak seperti bekerja, melainkan berkarya. Tidak ada beban dan sudah menyatu dengan tiap tarikan dan embusan napas dalam hidup saya. Menjadi arsitek adalah panggilan hati,” kata Maria.

Diawali dengan keingin ayahnya agar dia menjadi dokter, Maria mengikuti tes untuk masuk fakultas kedokteran dan diterima.  Namun mengingat keinginannya menjadi arsitek dan kesukaannya pada seni, tiket masuk perguruan tinggi berkualitas bidang kedokteran itu ditinggalkannya. Perempuan kelahiran 19 September 1974 ini mengikuti kata hatinya, masuk ke Arsitektur Unpar.  “Ternyata dunia saya memang di bidang arsitektur,” katanya tersenyum.

Arsitektur boleh jadi memang sudah cita-cita Maria sejak kecil, bila dikonotasikan bahwa arsitektur adalah seni. Sejak kecil Maria memang senang hal-hal yang berhubungan dengan seni, seperti musik, budaya, dan tari. “Meskipun ayah saya ingin saya jadi dokter, tapi sebenarnya beliau juga yang mengasah rasa seni saya karena beliau sering mengajak saya ke pameran lukisan serta berwisata ke candi,” kisah Maria.

Setelah lulus, pada 2002 Maria Rosantina bergabung dengan sesama alumnus Arsitektur Unpar, Gregorius Supie Yolodi yang sudah mendirikan d-associates. Sampai sekarang, jabatannya Principal Architect. 

d-associate mengerjakan pekerjaan desain atau konsultan arsitektur dan interior. “Hasil yang kami hasilkan bukan karya yang trendy, tidak mengikatkan diri pada style tertentu, tapi ada benang merah yaitu pada modern architecture dan modern design,” kata Maria. Ia menambahkan, “Kami mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai yang baik pada arsitektur, misalnya konteks terhadap lingkungan, eksplorasi terhadap material, konsern pembentukan space.”

Selanjutnya Maria menambahkan, bahwa klien kantornya bisa siapa saja. “Projek yang kami tangani beragam, bisa private function residential, bisa juga public building,” kata Maria Rosantina yang bersama  Supie meraih IAI Award  2008 untuk Projek KM19 Rest Area. 

D-associate sendiri mengalami Perkembangan, seiring dengan prinsip-prinsip arsitektur modern yang dijalankan dan kedatangan klien yang makin lama makin se-visi. Menjadi biro arsitektur yang berideasme menjalankan ilmu arsitektur secara benar.

Rubrik Lainnya
loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.