Sebagai ruangan yang menjadi impresi pertama di dalam rumah, ruang tamu sebaiknya dirancang menjadi area yang spesial. Area yang menjadi terjemahan selera dan gaya pemilik rumah. Ruang tamu di banyak rumah lokal memang seperti sudah memilki template yang jamak. 

Padanan sofa, meja kopi, dan mungkin sebuah lemari pajang adalah elemen yang paling lazim. Namun, ada kalanya interior ruang tamu juga perlu di-relayout. Kapan dan bagaimana Anda harus melakukannya?

Relayout Ruang Tamu

Relayout ruang tamu umumnya dilakukan saat mendekati hari raya atau acara spesial. Saat-saat rumah harus disiapkan menerima dan menyambut tamu yang lebih banyak. Konsep relayout ruang tamu untuk kebutuhan ini umumnya tidak signifikan. Biasanya hanya mengubah pola ruangan dan susunan furnitur. 

Kebutuhan relayout ini sendiri juga akan dilengkapi dengan sesi bersih-bersih. Posisi sofa yang biasanya membentuk L akan menjadi H shape atai I shape tanpa meja.

Selanjutnya, perubahan yang juga seringkali dialami di ruang tamu adalah saat si pemilik rumah berubah selera atau gaya interior. Hal ini juga identik dengan istilah redekorasi. Kebutuhan redekorasi tidak sebesar relayout. Karena redekorasi mamfokuskan diri pada elemen-elemen dekoratif dan aksesori. 

Elemen interior yang punya dimensi lebih kecil dan mudah dipindah-tempatkan. Redekorasi pada beberapa kasus, juga bisa merupakan sebuah aktivitas redesign. Untuk kebutuhan ini, aktivitas redekorasi sifatnya lebih konprehensif karena termasuk perubahan tema furniture dan ambience ruangan.  

Rubrik Lainnya
loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.