Alexis Dornier, arsitek yang menciptakan wadah yang sepadan untuk menampung begitu banyak keindahan Ubud. Rumah karyanya dirancang pada lahan berkontur yang menghadap ke rimbunnya hutan. Dari dalam ruangan kita bisa menikmati pemandangan yang menyegarkan ini sepanjang hari. Alexis Dornier menggunakan saka guru khas tipologi rumah tradisional Jawa. Konstruksi yang biasa terdapat di bangunan tradisional ini menjadi dekorasi interior yang tumpang sarinya berada tepat di bawah skylight. 

Rumah Tradisional Jawa

Ada tiga buah saka guru antik yang digunakan pada tiga tempat berbeda. “Rumah ini memang dirancang berdasarkan tiga artefak bersejarah itu. Dalam mendesain rumah ini kami mencari dan mengeksplorasi batasan-batasan arsitektur kontemporer dan gaya bangunan tradisional Indonesia,” jelas Alexis.

Alexis ingin agar orang yang berada di dalam rumah ini bisa menikmati pengalaman ruang secara tiga dimensi. Ia membuat skylight dan lantai mezzanine menggunakan kaca transparan sehingga pandangan kita tidak terbatas hanya pada satu level lantai saja.

Bukan hanya memberi perspektif berbeda, tapi juga membuat benda-benda artistik di rumah ini bisa terkespos lebih luas. Kita bisa melihat lukisan, karya fotografi, benda-benda abad pertengahan, hingga kerajinan kayu tradisional Bali mendapat ruang untuk menunjukkan diri mereka.

Rubrik Lainnya
loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.