Meningkatnya kebutuhan hunian di beberapa kota penyangga seperti Bekasi, Jawa Barat, dilatarbelakangi peningkatan kawasan perkantoran dan industri di sekitarnya. Kota Bekasi berada di posisi tengah, ke arah timur berbatasan langsung dengan kawasan industri MM2100, industri di Cikarang, dan Karawang, sedangkan barat berbatasan dengan Jakarta, baik pemerintahan maupun industrinya.

Tingginya permintaan ini direspon positif pengembang Summarecon Bekasi dengan menyediakan rumah tapak. Meskipun di beberapa daerah sekitarnya berdiri hunian vertikal. Kebutuhan rumah tapak memiliki pasar tersendiri bagi Bekasi. Terlebih sebagian masyarakat masih menganggap rumah tapak lebih nyaman. Fenomena ini dijawab Summarecon Bekasi dengan menyediakan satu kawasan The Orchard seluas 30 hektar. Kawasan ini diperkenalkan pada pertengahan 2017 dengan meluncurkan klaster Burgundy Residence. Pada tahap 1 dan 2 berhasil menjual habis rumah sebanyak 175 unit. “Respon konsumen yang baik terhadap Burgundy Residence di tahap 1 dan 2 membuktikan kepercayaan konsumen kepada pengembang. Untuk itu kami kembali memasarkan untuk tahap 3 sebanyak 92 unit,” jelas Albert Luhur selaku Executive Director PT Summarecon Agung Tbk.

Burgundy Residence merupakan klaster hunian tapak dengan fasilitas terbaik dan mumpuni. Dimana kawasan Summarecon Bekasi telah memiliki pusat pertumbuhan ekonomi yang baik dengan hadirnya mal, universitas, sekolah, rumah sakit, dan lainnya. Selain itu, desain hunian yang modern dilengkapi panel surya fotovoltaik dengan Europe Advanced Technology di semua unit klaster Burgundy Residence yang mampu menghemat listrik hingga 50 persen. 

Klaster ini tersedia 3 tipe rumah, yaitu Scarlet (6 x 11 meter), Magenta (7 x 13 meter), dan Vermilion (8 x 13 meter). Memenuhi kebutuhan segmen lain, Summarecon Bekasi menawarkan satu tipe terbaru, yaitu Carmine (5 x 11 meter) dengan harga mulai Rp. 850Juta. “Hadirnya tipe Carmine, membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan. Khususnya untuk mereka yang ingin sekali memiliki hunian di Summarecon Bekasi namun memiliki budget di bawah Rp1 miliar. Salah satu potensi besar yang coba kita tujukan yaitu untuk memenuhi pasar yang lebih muda atau pembeli rumah pertama, tidak terkecuali kaum millennial yang mengidamkan hunian tapak di sekitar Jakart,” ujar Albert. Tipe Carmine ditawarkan terbatas hanya 28 unit saja. 

Sejalan dengan keinginan menjadikan Summarecon Bekasi berkembang menjadi Modern Smart City, Burgundy Residence dihadirkan sebagai hunian dengan teknologi modern ramah lingkungan. Nantinya akan dikelola Town Management yang profesional. Secara lansekap dilengkapi ruang terbuka hijau yang luas dan lingkungan yang berdampingan langsung dengan danau. Adapun fasilitas club house di tepi danau, lengkap dengan kolam renang, children playground dan multifunction room, sistem keamanan terpadu 24 jam dengan access card dan kamera CCTV serta jaringan infrastruktur bawah tanah (underground). 

“Sebagai penunjang gaya hidup yang praktis, tersedia jaringan koneksi internet broadband dan TV cable serta panic button. Semua unit Burgundy Residence dilengkapi fiber optic dengan kapasitas lebih dari 10TB/s yang mampu mentransmisikan data menjadi lebih banyak dan cepat dibandingan dengan penggunaan kabel konvensional,” tutup Albert.
 

Rubrik Lainnya
loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.