Lily Admodirdjo bukan lahir dari keluarga pebisnis. Ibunya orang Belanda hanya Ibu Rumah Tangga biasa dan ayahnya beretnis Tionghoa yang berkecimpung dalam dunia kesehatan. Lily Admodirdjo memulai bisnis culinary sampai mempunyai pabrik bumbu sendiri, melalui jalan yang panjang. Dari mulai bisnis garmen dan fashion dengan suaminya, lalu Lily juga pernah menjadi make up artis lalu pada akhirnya mempunyai bisnis katering yang sukses dan melahirkan Pakis Culinary Group, yang menaungi restoran Waroeng Kita, Meradelima, Kembang Goela, Bungarampai, Serasi dan Suasana.

She Did It

Kunci keberhasilan Lily Admodirdjo adalah hanya mengambil lahan bisnis yang ia kuasai. “Bisnis F&B seperti perjalanan hidup saya,” kata Lily. Saat membuka Warung Kita, pemikirannya sederhana. “Saya hanya ingin melihat gado-gado, ketoprak, baso, dan makanan pinggir jalan ada di mal dengan kualitas terbaik. Tidak disangka grafik penjualan terus naik,” ujar Lily Admodirdjo. Hal serupa ia lakukan untuk restaurant selanjutnya.

”Sebagai keluarga campuran. Sejak kecil saya sudah terbiasa dengan hidangan peranakan, kolonial, dan nusantara,” ceritanya. Lily Admodirdjo mengambil tema kuliner peranakan China dari budaya ayahnya untuk Merah Delima. Di restaurant ketiga yaitu Kembang Goela, ia memberi tema kuliner Indonesia dengan sentuhan kolonial dari pihak Ibu. Terakhir Bunga Rampai, ia menunjukkan kecintaannya pada budaya nusantara dalam bentuk kuliner Indonesia otentik.

Bukan pekerjaan mudah, menghadirkan restaurant tematik tanpa ambiance historis. Lily Admodirdjo dibantu desainer dan sahabat, Agam Riadi untuk menghidupkan suasana heritage. Tidak jarang beberapa koleksi guci, batik, kebaya encim, dan artwork koleksi pribadi turut di pajang di restaurant. Tidak ada kendala bagi Lily Admodirdjo menjalankan bisnisnya,”Saya mempunyai keluarga yang membantu dan tim solid. Jangan cepat puas dengan pencapaian yang ada. Sampai sekarang, saya masih belajar, tidak malu, atau gengsi belajar dari orang lain bahkan karyawan,” kata Lily Admodirdjo

Rubrik Lainnya
loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.