Memulai dengan bisnis garmen dan fashion, Lily Admodirdjo akhirnya bisa melahirkan Pakis Culinary Group. Lily Admodirdjo mengembangkan usaha katering dan mewujudkan keinginan mempunyai pabrik bumbu sendiri. Bisnis Lily Admodirdjo yang makin berkembang ini, berawal dari kesederhanaan pemikirannya. “Melakukan yang saya senangi dan kuasai. Harus fokus dan tanggung jawab,” kata Lily Admodirdjo berbagi pengalaman.

Challenging Herself

Saat 1999, Lily Admodirdjo mendapat tawaran sebuah tempat kosong cukup besar di department store Jakarta. Tantangan setengah memaksa ini membuatnya putar otak, sehingga akhirnya Lily Admodirdjo memutuskan untuk menjadikannya food counter dengan layanan street food.

”Kenapa harus makanan? Karena saya suka masak dan makan enak,” kata Lily Admodirdjo beralasan. Konsep street food goes to mall yang ditawarkan tergolong baru saat itu. Lily Admodirdjo tidak menyangka bahwa Warung Kita bisa meluas dan bertahan sampai sekarang, sekaligus menjadi pijakan untuk melebarkan bisnis F&B-nya.

Lily Admodirdjo bahkan perlu memiliki sistem baku sehingga harus mendirikan Pakis Culinary Group sebagai pusat dari semua kegiatan bisnis. “Lucu memang. Kepalanya (Pakis Culinary group) baru dibentuk setelah restaurant sudah stabil dan saya baru memulai katering,” ujar Lily Admodirdjo sambil tertawa.

Rubrik Lainnya
loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.