Prisca Edwards, CEO Global Capital pada tahun keenam karirnya di Crown Group, perusahaan pengembang properti yang bermarkas di Sydney, Astralia. Prisca adalah lulusan magister hukum dari Universitas Northumbria, di Newcastle, Inggris. Pada 2006 ia pindah ke Sydney. Ia melanjutkan studinya di University of Technology, Sydney, mengambil bidang Australian Law. Sampai ia bertemu Iwan Sunito pada 2008, pria penuh visi yang menawarinya untuk bergabung di Crown Group. 

Fast Learner

Prisca menjadi Head of Major Transaction pertama di Crown Group. Dengan kata lain, posisi itu dibuat untuk dirinya. Ia mempelajari semua hal mendasar tentang bisnis properti layaknya spons menyerap air. "Saya harus melengkapi diri dengan banyak kemampuan agar tidak mudah digantikan. Tugas saya saat itu berkoordinasi dengan para agen yang menjual produk kami. Walau tidak mengerti apa-apa, sebenarnya saya berusaha keras belajar dari mereka. Fake it 'till you make it," ujar Prisca tertawa. "Pak Iwan berkeyakinan dalam 2,5 tahun saya pasti bisa menguasai semuanya. Saya katakan padanya, beri saya 1,5 tahun," ucapnya yakin kala itu.

Hubungan baik yang terjaga dengan para agen menjadi kuncinya. "Saya sering telfon mereka, tanya kabarnya, ajak minum kopi, tanpa bicara soal properti sama sekali. Hasilnya mereka akan langsung ingat saya ketika ada orang bertanya soal properti," ungkap Prisca Edwards.

Maret 2014, Prisca kembali dari cuti melahirkan dan langsung diminta menjalankan tugas baru bernama reveral program untuk meningkatkan penjualan. Program ini menuntut kecakapan berinteraksi, menjaga hubungan baik dan kepercayaan klien. Pada salah satu proyek apartemen, Prisca mampu menghasilkan penjualan sebesar 310 miliar hanya dari enam orang pembeli. "Itulah kekuatan reveral program kami," jelasnya bangga.

Rubrik Lainnya
loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.