Dinding rumah yang ideal adalah dinding yang kuat dan memiliki ketahanan konstruksi yang baik. Dinding seperti ini bisa didapat dengan pemilihan material yang tepat. Tapi masalahnya, saat ini ada dua material yang bisa jadi pilihan dan kerap digunakan dalam pembuatan dinding: hebel dan batu bata merah. Mana yang lebih baik sehingga layak jadi pilihan?

Untuk bisa menentukan pilihan, Anda harus lebih dulu mengetahui kekurangan dan kelebihan dari masing-masing material. Nah, melanjutkan artikel sebelumnya, berikut adalah beberapa hal yang dimaksud.

Keunggulan dan kelemahan hebel
Keunggulan utama yang dimiliki hebel adalah bobotnya yang ringan. Dengan demikian, konstruksi dinding dapat dibuat dengan cepat. Bobot yang ringan ini tentu tak bisa lepas dari bahan-bahan pembuat hebel itu sendiri. Bahan-bahan ini umumnya meliputi kapur, semen, kwarsa, gypsum (sedikit), bahan pengembang, aluminium pasta, dan air.

Keunggulan kedua dari hebel yaitu ukurannya yang seragam. Hal ini membuat pemasangan lebih presisi dan meminimalisir plesteran yang digunakan untuk meratakan permukaan dinding. Sementara keunggulan terakhir, ialah material yang kuat dan kedap suara.

Untuk kelemahannya, material dinding yang umumnya berwarna abu-abu ini adalah ukurannya yang terlalu besar, sehingga kadang menciptakan waste yang besar untuk beberapa bidang tertentu.

Rubrik Lainnya
loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.