Hal lain yang membuat saya jatuh cinta dengan Istanbul adalah Selat Bosphorus, selat yang memisahkan Turki Eropa dengan Turki Asia. Semua istana dan bangunan penting dibangun menghadap selat yang berakhir di Laut Marmara ini. Pun dengan perumahan elit dan hotel-hotel mahal.

Cinta dengan Bosphorus

Ada banyak cara menikmati selat Bosphorus ini. Menyantap setungkup balik ekmek (fish sandwich) di bawah Gelata Bridge adalah salah satunya. Jembatan yang sudah berdiri sejak tahun 1992 ini memang cukup ramai, apalagi menjelang sore hari.

Dari bawah sini saya bisa menikmati siluet bangunan-bangunan di pinggir Boshporus sekaligus melihat kegiatan warga lokal yang memancing di sore hari. Cara lain yang saya lakukan adalah mengarungi selat dengan menggunakan Ferryboat. Sambil menikmati semilir angin yang menerpa wajah, saya diajak menyaksikan deretan bangunan indah di pinggir selat.

Dua buah istana, Topkapi Palace dan Dolmahbace Palace, akan terlihat dari kapal. Ada pula jembatan Boshporus dan tembok kota yang dibangun bangsa Romawi. Memandang semua ini mendatangkan imaji di benak saya tentang bagaimana kehidupan di zaman keemasan Turki. Indah. Ah, segala sudut Istanbul memang memesona. Siapapun akan jatuh cinta padanya. 

Rubrik Lainnya
loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.