Untuk mewujudkan rumah mungil yang fungsional untuk akhir pekan bagi Tanel Dewi, mereka merenovasi secara bertahap rumah berukuran 8 meter x 12 meter, di kawasan Bintaro. Meski dihuni hanya pada akhir pekan, namun rumah ini sarat makna, apalagi dengan renovasi bertahap dari mulai dibeli pada 2009 hingga sekarang.

Rumah akhir pekan

Rumah di sektor 9, Bintaro Jaya dibeli Tanel dan Dewi pada 2009. Selama ini mereka tinggal di rumah orangtua Dewi, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebelumnya, rumah mereka di Pamulang telah dijual dengan alasan terlalu jauh. Ternyata Bintaro pun masih terlalu jauh bagi keluarga ini, tentu saja dibandingkan dengan tempat tinggal di hari kerja mereka di Kebayoran Baru. Jadilah rumah berstatus rumah akhir pekan. “Yang paling kami pentingkan adalah kemudahan Nicky berangkat dan pulang sekolah. Kalau jauh kan kasihan, lama di jalan,” kata Dewi.

Rumah ini kebetulan berdekatan dengan beberapa rumah kerabat. Tanel dan Dewi yang sama-sama alumni FISIP Universitas Parahyangan Bandung, rumahnya berdekatan dengan sesama alumni almamater. “Sebenarnya antara sengaja dan tidak sengaja, namun semua seperti sudah ada yang mengatur. Saya jadi leluasa meninggalkan rumah dalam keadaan kosong di hari kerja, titip ke teman-teman saja,” kata Tanel sambil tertawa.

Renovasi bertahap

Tanel dan Dewi membiarkan rumah ini dengan status rumah akhir pekan, tidak pernah disewakan kepada orang lain maksudnya adalah karena sesungguhnya mereka mencintai rumah ini, bahkan melakukan renovasi berkali-kali. “Boleh dibilang hingga kini kami belum selesai merenovasi, selalu saja ada yang ingin kami perbaiki atau tambahkan pada rumah ini,” ungkap Tanel.

Renovasi besar pernah mereka lakukan pada 2010 dan yang kedua baru saja selesai tahun ini. Renovasi tersebut meliputi menjadikan rumah jadi dua lantai, menambah kamar serta mengatur alur dari depan ke belakang dan dari bawah ke atas rumah.

Berlapis wallpaper

Lantai satu rumah Tanel dan Dewi ini terdiri dari sebuah kamar tidur, ruang tamu, ruang tamu kedua yang juga ruang keluarga, menyambung dengan ruang makan. Dapur berada di sayap rumah yang merupakan ruang kedua dari garasi.

Terdapat dua tangga di rumah ini, yang di dalam menyambung ke ruang keluarga lantai dua, dan satu lagi dari dapur menuju area servis di atas. Bekas plafon dan atap rumah dijadikan lantai dua yang merupakan area privat dengan sebuah ruang keluarga serta dua kamar tidur.

Tanel mengakui bahwa proyek renovasi yang dilakukan sendiri ini, bukan pekerjaan yang rapi. “Tukang yang kerja sepertinya tidak profesional, sehingga dinding terlihat tidak mulus,” aku Tanel. Oleh karena itu, bapak satu anak ini melapisi hampir semua dinding lantai bawah dengan wallpaper. Pemilihan pelapis dinding ini pun yang bermotif, agar pekerjaan tidak rapi tersebut tersamarkan.

Dengan wallpaper dan furnitur pesanan untuk satu set meja makan, bufet partisi, tempat tidur dan rak-rak dari kayu warna coklat gelap, rumah ini jadi terasa berdesain modern minimalis yang cukup stylish dengan unsur maskulin. “Minimalis tapi tidak kaku dan semua sudut rumah ada fungsinya,” ungkap Tanel.

Rubrik Lainnya
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.