Seiring perkembangan desain dan tren dekorasi rumah, perabot serta teknologi yang jadi pelengkapnya juga ikut berkembang. Seperti kompor, misalnya. Jika dulu kita mengenal kompor yang bahan bakarnya kayu bakar, lalu bekembang menjadi minyak dan kemudian gas LPG, kini ada kompor yang bisa menyala dengan menggunakan energi listrik. Kompor jenis ini juga umumnya memiliki desain yang lebih simpel namun elegan, sehingga cocok dengan rumah modern yang umumnya bergaya minimalis.

Sejauh ini, ada dua jenis kompor listrik yang umum dijual di pasaran, yakni kompor elektrik dan induksi. Berikut penjelasan dari masing-masing kompor listrik tersebut.

Kompor elektrik
Merupakan kompor yang menggunakan resistor berukuran besar. Resistor itu sendiri umunya terbuat dari nikrom kawat dengan bentuk melingkar seperti obat nyamuk. Fungsi dari nikrom kawat yang melingkar ini adalah sebagai penyalur panas. Bagian atas nikrom kawat yang datar juga cocok untuk digunakan sebagai pemanggang.

Baca juga :

Kompor induksi
Kompor induksi juga menggunakan listrik sebagai daya utamanya. Hanya saja, kompor ini dilengkapi dengan magnet. Fungsi dari magnet ini beragam, salah satunya adalah membuat kompor tidak panas saat disentuh tangan, namun akan bereaksi dan bisa memanaskan peralatan masak yang diletakkan di atasnya. Kompor ini juga menghasilkan panas yang lebih cepat, merata, dan konsisten. Bahkan, energi listrik yang dibutuhkan pun jauh lebih hemat dibanding kompor elektrik.

Rubrik Lainnya
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.