Selain sibuk menyelesaikan proyek rumah tinggal dan rancangan untuk perhelatan besar Asian Games di Senayan, Jakarta, Maria Rosantina masih tetap bisa melakukan aktivitas yang disukainya. Maria Rosantina 16 tahun berkarir di d-associates architect yang bercirikan desain bangunan modern.Arsitektur modern yang berdifusi dengan konteks lokal. Kantor d-associates menggunakan prinsip bangunan modern yang fungsional dan efisien tanpa hierarki. 

Konteks Lokal

Maria Rosantina  tidak pernah melabelkan diri sebagai arsitek perempuan dan meminta perlakukan khusus. Pun saat Maria Rosantina ikut serta menangani proyek-proyek besar, sehingga tidak perlu merasa atau mendapat perlakukan under estimate sebagai perempuan dalam proyek.

Menurut Maria Rosantina, Arsitek adalah proses yang panjang dan makan waktu. Beruntung pasangan Maria Rosantina , walaupun bukan arsitek, tetapi paham dengan pekerjaan ini. Bahkan sering memberikan pandangan. Baru pada hari Sabtu dan Minggu, adalah hari Maria Rosantina benar-benar menjadi istri dan ibu rumah tangga.

Me time Maria Rosantina adalah traveling bersama suami dan anak. Tujuannya wisata ke daerah dan negara dengan budaya yang kental seperti Yogyakarta. Saat travelling, suami Maria Rosantina sudah paham kalau ia bisa memandang bangunan dengan cara tersendiri. Misalnya, tertarik dengan material sebuah bangunan. Suaminya akan memberi waktu, untuk memotret detailnya atau mempelajari teksturnya. "Ini persis seperti anak kecil yang dapat mainan baru," ujar Maria Rosantina.

Rubrik Lainnya
loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.