Pameran The Colours of Indonesia ke-2 pada September lalu, mengusung tema Hotel. Para desainer yang tergabung dalam ID 12 diminta untuk merancang mock-up setiap ruangan yang ada pada sebuah hotel. Bila benar-benar dibuat, mungkin inilah hotel paling bergaya di Indonesia. Lobby dan reception-nya saja dirancang oleh dua orang desainer interior terbaik tanah air, Ary Juwono dan Yuni Jie.

Dua ruangan ini terlihat senada secara mood warna, yang terjadi tanpa mereka rencanakan. Sebagai ruang-ruang terdepan, Ary dan Yuni fokus pada cara menghadirkan kesan pertama yang memukau bagi pengunjung. Kedua desainer menginspirasi kita bagaimana cara mengemas budaya tradisional dalam penataan interior modern yang bertaraf global.

Small Luxury Lobby

Ary Juwono merancang Jumputan Lobby untuk hotel ini. Nama tersebut diambil dari tema ruangan yang terinspirasi keindahan motif kain jumputan khas Palembang. Walau ukurannya tidak luas, Ary mampu menghadirkan kemewahan melalui lantai marmer yang sekaligus memberi kesan modern, serta penggunaan furnitur dan chandelier berwarna emas. Sentuhan jumputan terlihat pada bagian dalam dari tangga melingkar yang menjadi center point area ini. Dengan dimensi ruang eksebisi yang terbatas, Jumputan Lobby bisa menjadi inspirasi yang aplikatif pada sudut hunian Anda.

Kawung in Many Patterns and Scale

Yuni mengangkat motif Kawung untuk menerima tamu-tamu di 'hotel sementara' bertaraf internasional ini. Sebuah pola sederhana dengan filosofi yang dalam. Pola kawung diambil dari penampang lintang (irisan) dari buah pohon aren yang memperlihatkan bentuk oval dari keempat bijinya. Kita lebih mengenalnya dengan nama buah kolang-kaling. Buah tersebut berwarna putih, tersembunyi di balik kulitnya yang keras. Secara filosofis bermakna bahwa kebaikan hati kita tidak perlu diketahui oleh orang lain. Empat motif bulatan juga diartikan sebagai lambang persaudaraan. Satu motif titik ditengah dimaknai sebagai pusat alam semesta, sehingga menjadi lambang persatuan seluruh manusia, alam, dan kepercayaan, serta menggabungkan semua unsur dengan selaras.

Keselarasan tersebut dihadirkan dalam beragam proporsi motif kawung pada elemen interior seperti wallpaper, partisi ruang, furnitur, hingga karpet. Ada pola kawung yang tersusun renggang, ada yang rapat. Keduanya berdekatan sehingga menghasilkan komposisi pada skala ruang. Bukan hanya motif, Yuni juga memberi pengunjung sensasi tekstur yang berbeda-beda dari pola kawung ini. Dekorasi dinding berbentuk lingkaran yang tersusun dari motif kawung terpasang di balik meja penerima. Bersama dengan koleksi Wireflow yang bergaya modern dari produsen lampu Vibia, Yuni mampu menyatukan elemen tradisional dan modern secara berkelas. 

Rubrik Lainnya
loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.