Damai Putra Group mengembangkan kawasan kota mandiri Kota Harapan Indah (KHI), Bekasi, yang memiliki luas lahan lebih dari 2.200 hektar. Dikenal melalui proyek rumah tapak, kini pengembangan beralih pada hunian vertikal pertama yang dinamai Sayana Apartment. Lokasinya berada di CBD Kota Harapan Indah, dengan akses terdepan dan dikelilingi berbagai fasilitas.

Pengembangan Sayana Apartments merupakan hasil kolaborasi Damai Putra Group dengan pengembang asal Jepang, Nishitetsu Group. Ini menjadi kolaborasi perdana bagi kedua belah pihak dalam proyek properti. Di negaranya, perusahaan asal Jepang ini sudah berkiprah di industri properti lebih dari 100 tahun. Berpengalaman dalam membangun hunian vertikal dengan kualitas yang mumpuni.

Sebagai proyek perdana hunian vertikal di Kota Harapan Indah, apartemen ini memiliki lokasi terdepan, sekelilingnya terdapat Universitas Esa Unggul, Eka Hospital, dan rencana mal KHI, serta kawasan komersial modern, Transera Water Park, Gramedia World, dan pasar modern. 

Secara konsep, apartemen akan mengangkat tema natural dan ramah lingkungan. Natural  mengedepankan konsep apartemen dengan taman hijau dan didukung konsep ramah lingkungan yang mengedepankan efisiensi energi dan air. Desain arsitektur oleh biro arsitek Urbane Indonesia.

“Kolaborasi ini didasari oleh visi yang sama dalam menciptakan hunian yang nyaman dan humanis, sehingga mendapatkan tempat tinggal yang berkualitas,” jelas  Johanes Mardjuki, Presiden Direktur Damai Putra Group.

Sayana Apartment terdiri dari dua menara dengan total 1.531 unit. Pengembangan tahap pertama sebanyak 590 unit pada menara pertama. Apartemen akan difasilitasi outdoor infinity pool, gym, sky garden, study hall, 24-hour security system, access card, dan lainnya.

“Apartemen ini akan memiliki sertifikat hak milik strata title di atas HGB murni. Artinya level paling tinggi untuk hunian vertikal,” jelas Dewi Leman, Sales Director Damai Putra Group.

Unit terbanyak adalah tipe studio (semi-gross: 21,84 meter persegi). Hal ini untuk menangkap kebutuhan di masa datang, yaitu mahasiswa Universitas Esa Unggul, pengunjung dan anggota keluarga pasien Eka Hospital, karyawan Eka Hospital, serta para profesional yang bekerja di area Bekasi dan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kawasan KHI juga didukung pembangunan infrastruktur di sekitarnya seperti pembangunan jalan tol Bekasi-Cakung-Kampung Melayu (Becakayu), pembangunan jalan tol Sunter-Pulogebang, LRT dan ekspansi jaringan BRT.
 

Rubrik Lainnya
loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.