Karena kamar adalah ruang utama pada sebuah hotel, maka diperlukan dua orang desainer terbaik untuk merancang interior kedua tipe kamarnya. Hotel bertaraf internasional yang mengangkat budaya dan tradisi Indonesia sebagai tema utama. Anita Boentarman dan Prasetio Budhi merancang kamar untuk Hotel No.12.

The Sokoguru

Hotel No.12 dibuat pada perlehatan The Colours of Indonesia di tahun lalu. Walau secara fisik sudah tidak bisa ditemukan, namun kamera mengabadikan kekuatan desain dari hotel temporer tersebut sehingga kita bisa mengambil inspirasi darinya. Inspirasi tentang kamar tidur dari Anita Boentarman melalui desain Soko Guru Bedroom Suite.

Sesuai namanya, kamar ini mempunyai empat buah tiang seperti pada Joglo, bangunan tradisional di Jawa. Ranjang berada di tengah sokoguru sebagai pusat ruangan, dengan Tumpang Sari sebagai langit-langitnya. Anita menambahkan tirai sebagai ganti kelambu pada bangunan tradisional. Namun bila diperhatikan dengan seksama, tiang yang berada di setiap sudut tempat tidur bukan kolom struktural yang terhubung ke tumpang layaknya sokoguru. Ia hanya tiang-tiang tempat tidur yang dibuat terlihat seperti itu.

Desainer lulusan New England School of Art & Design, Boston, Amerika Serikat ini menghadirkan kejutan lain dengan menggunakan motif Batik Jawa Hokokai pada panel dinding di depan ranjang. Pola bunga Sakura serupa juga ia pakai pada pembatas ke kamar mandi. Suasana sama sekali berbeda langsung terlihat di kamar mandi yang bernuansa putih. Marmer putih pada lantai dan dinding masih dipadukan dengan free standing wastafel dan bathtub yang juga berwarna putih. Aksen ditampilkan dengan guratan pola alami dinding marmer serta penempatan tanaman tropis di beberapa sudut.

Weaving as Decoration

Bila Anita memilih nuansa temaram yang romantis untuk kamar tidur, Prasetio Budhi melakukan sebaliknya. Kamar yang dirancangnya terlihat cerah. Pras, memilih anyaman sebagai budaya lokal yang ingin diangkat sebagai tema. Pada dinding sudut ruangan dipasang dekorasi anyaman bambu yang terhubung melalui langit-langit. Pras meminta bantuan desainer aksesori Rinaldy Yunardi, untuk membuat dekorasi sebagai headboard tempat tidur. Pria kalem ini juga memilih furnitur yang memuat unsur anyaman. Sebuah lazy chair yang diletakkan di sudut ruangan untuk tempat membaca dan bersantai sebelum tidur.

Dari dua penataan tersebut, Anda bisa memilih mana yang sesuai untuk diaplikasikan pada kamar tidur Anda. Karya Anita yang romantis atau penataan Pras yang simple namun elegan. Karena area ini adalah ruang paling personal, maka jangan takut mencoba hal-hal baru di kamar tidur. 

Rubrik Lainnya
loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.