Melihat curriculum vitae wanita yang satu ini agak membingungkan. Beberapa posisi tercatat dijabat dalam kurun waktu yang sama. Bahkan di tahun ini ia masih menempati empat posisi berbeda di perusahaan yang sama. Termasuk posisi sebagai CEO Global Capital pada tahun keenam karirnya di Crown Group, perusahaan pengembang properti yang bermarkas di Sydney, Asutralia.

'Freed from the Law'

Adalah Iwan Sunito, pendiri Crown Group, orang yang melihat potensi Prisca Edwards dan menariknya keluar dari 'persoalan hukum'. Prisca adalah lulusan magister hukum dari Universitas Northumbria, di Newcastle, Inggris. Pada 2006 ia pindah ke Sydney. Ia melanjutkan studinya di University of Technology, Sydney, mengambil bidang Australian Law. Masa depan sebagai praktisi hukum tergambar jelas dari jalur pendidikan yang ia pilih. Sampai ia bertemu Iwan Sunito pada 2008, pria penuh visi yang menawarinya untuk bergabung di Crown Group. "Saya sudah sekolah hukum S1 dan S2, magang di biro hukum, kerja di bidang hukum, lalu kenapa saya perlu pindah ke bidang properti dan bukannya menjadi pengacara?" kenang Prisca.

Tanpa pengalaman dan kualifikasi, Prisca merasa tidak yakin dengan tawaran itu. "Bagi pak Iwan mungkin itu hal kecil. Tapi bagi saya itu perubahan haluan hidup yang besar. Memang benar bahwa lulusan sekolah hukum bisa masuk ke bidang apa saja. Tapi tetap saja saya pertimbangkan cukup lama, meminta saran dari keluarga dan orang-orang dekat," cerita ibu satu putra ini. Di 2011, Prisca resmi menjadi bagian dari Crown Group.

Fast Learner

Prisca menjadi Head of Major Transaction pertama di Crown Group. Dengan kata lain, posisi itu dibuat untuk dirinya. Ia mempelajari semua hal mendasar tentang bisnis properti layaknya spons menyerap air. "Saya harus melengkapi diri dengan banyak kemampuan agar tidak mudah digantikan. Tugas saya saat itu berkoordinasi dengan para agen yang menjual produk kami. Walau tidak mengerti apa-apa, sebenarnya saya berusaha keras belajar dari mereka. Fake it 'till you make it," ujar Prisca tertawa.

"Pak Iwan berkeyakinan dalam 2,5 tahun saya pasti bisa menguasai semuanya. Saya katakan padanya, beri saya 1,5 tahun," ucapnya yakin kala itu. Hubungan baik yang terjaga dengan para agen menjadi kuncinya. "Saya sering telfon mereka, tanya kabarnya, ajak minum kopi, tanpa bicara soal properti sama sekali. Hasilnya mereka akan langsung ingat saya ketika ada orang bertanya soal properti," ungkap Prisca.

Maret 2014, Prisca kembali dari cuti melahirkan dan langsung diminta menjalankan tugas baru bernama reveral program untuk meningkatkan penjualan. Program ini menuntut kecakapan berinteraksi, menjaga hubungan baik dan kepercayaan klien. Pada salah satu proyek apartemen, Prisca mampu menghasilkan penjualan sebesar 310 miliar hanya dari enam orang pembeli. "Itulah kekuatan reveral program kami," jelasnya bangga.

The Best Investment

Prisca juga diminta menangani program Global Capital Crown Group, yang bertujuan mencari investor untuk perusahaan. "Itu lebih ke masalah finansial. Dari dulu saya benci soal finansial dan ekonomi. Saya bilang ke pak Iwan kalau saya tidak mengerti sama sekali soal itu. Tapi beliau malah mengakui hal yang sama dan mengajak sama-sama belajar," kenang Prisca. Hampir semua jargon-jargon yang dibahas di rapat terdengar asing bagi Prisca. "Saya hanya fokus mendengarkan dan mencatat.

Begitu rapat selesai, saya langsung kembali ke meja dan googling semua kata-kata tadi," ujar Prisca tertawa. Pada waktu bersamaan, Prisca juga diminta menjadi project director pada salah satu proyek apartemen yang menuntut penguasaan cost control, marketing, dan penjualan dengan target pribadi 1 juta dollar. Lagi-lagi Iwan Sunito meyakinkan dia untuk menguasai hal baru yang tidak ia sukai. "Let's train you to be a CEO," ujar Iwan Sunito kala itu.

Pepatah mengatakan, siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil. Pencapaian besar terjadi di 2017. Program Global Capital yang dirintis Prisca sukses menghasilkan dana investasi dari Shanghai sebesar 5 triliun rupiah. Dari negara yang sama di tahun ini, Prisca juga berpotensi menghasilkan kerjasama dengan nilai investasi hingga 13 trilliun. Tidak heran jika kini ia dipromosikan sebagai CEO Global Capital Crown Group.

 Rasa penasaran akan ilmu-ilmu baru dan keluwesan menjalin hubungan baik dengan semua orang menjadi kelebihan Prisca. Wanita ini juga menjadi contoh nyata bahwa kemauan keras akan mengalahkan ketidakmampuan. Dari hitungan bisnis, mungkin Prisca Edwards adalah salah satu investasi sukses yang dilakukan Iwan Sunito bagi Crown Group. 

loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.