Peter Oenardi, arsitek dan kawan baik Hendy Gunawan, yang menerjemahkan keinginan Hendy Gunawan untuk membuat rumahnya di Pangkal Pinang dengan konsep resort dan terbuka. Dalam setiap proyek, Peter Oenardi memastikan desain serta penzoningan ruangnya akan mendapat pandangan seluas lahan yang dimiliki. Bangunan hanyalah pelindung hujan dan panas yang memiliki atap, dinding dan jendela.

Suasana Rumah yang Menenangkan

Dalam konteks resort, tiap ruang harus mendapatkan pandangan ke arah lanskap minimal di ketiga sisinya. Untuk memenuhi prinsip tersebut, Peter Oenardi  mendesain ruang satu persatu (disebutnya sebagai massa) yang berdiri sendiri. Massa ini disatukan oleh zona overlap atau ruang kosong (zero) berupa taman/kolam dengan alur sirkulasi yang diatur sistematis, sehingga saat masuk lalu berpindah ke ruang lainnya, orang akan merasakan pengalaman berbeda-beda. “Masing-masing ruang boleh menyatakan bahwa ruang kosong itu miliknya,” jelas Peter. Ruang kosong/terbuka ini harus semirip mungkin dengan alam dengan pohon besar untuk mengundang burung dan tupai serta unsur air yang bergerak, seperti air mancur.

“Suasananya menenangkan dan tidak membosankan,” kata Peter Oenardi. Senada dengan sang arsitek, Heny Yenti sebagai interior desain, juga menganggap lanskap sesungguhnya adalah interior utama sebuah rumah resort. Heny Yenti memindahkan detail-detail yang ada di alam menjadi detail material untuk interior ruang dalam. “Kunci utama adalah layout ruang harus baik dengan keseimbangan antara komposisi furnitur, panel dan volume ruangan. Untuk bahan dan warna yang cocok di rumah resort, saya pilih wallpaper dengan tekstur kain linen atau batu sehingga ruangannya bisa lebih relaks. Gunakan warna tanah dengan sedikit aksen seperti warna pop-up di cushion,” terang Heny Yenti.

Karena anggota keluarga tidak banyak, rumah ini kekurangan ruang penyimpanan. Padahal pemilik rumah membutuhkannya untuk koleksi topi dan aksessoris. “Selain dirasa tidak perlu, gudang akan lebih berfungsi menjadi ruang bekerja atau ruang karaoke kesukaannya,” kata Peter Oenardi. “Saya menjadikan ruang keluarga menjadi ruang penyimpanan.Karena ruang ini memiliki volume cukup besar dan plafonnya tinggi, saya bisa membuat panel tersembunyi untuk ruang penyimpanan yang menyatu dengan pintu ke arah dapur dan bukaan menuju ruang tidur,” kata Heny Yenti lagi.

Rubrik Lainnya
loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.