Pada 1973-1983 di Bandung pernah berdiri Decenta atau Design Center Association – sebuah biro desain yang anggotanya dikenal banyak menggunakan silkscreen sebagai media untuk perluasan terhadap seni grafis Indonesia. Kelompok ini didirikan oleh T. Sutanto beserta rekan lainnya yang juga para lulusan dan staf pengajar Departemen Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) seperti Adri Palar, A.D. Pirous, G. Sidharta, Sunaryo, dan Priyanto Sunarto. Kelompok ini cukup intensif dalam melakukan eksperimen teknik cetak saring atau sablon.

Fokus Seni Grafis

Dalam pameran bertema ‘Berselingkuh dengan Masa Lalu, Berkencan dengan Masa Depan’ yang bertempat di Dia.Lo.Gue, Kemang Selatan menghadirkan karya-karya pilihan T Sutanto, khususnya yang menampilkan cetakan serigrafi atau silkscreen. “Serigrafi sebagai identifikasi karir artistik Sunanto pada periode Decenta. Karya seninya sering menghasilkan makna yang menyenangkan, tidak masuk akal, dan sureal, yang mewakili jalur artistiknya yang juga menjadi alternatif kecenderungan lirisisme pada 1970-an seni rupa Indonesia dan bentuk aspirasi politik yang khas pada masa Orde Baru,” kata Chabib Duta Hapsoro yang mengkuratori pameran tersebut.

Menurut Hapsoro, selain mengeksplorasi elemen dekoratif yang dicetaknya, Sutanto juga mengadopsi bentuk figur dari cerita rakyat Indonesia dan ikon populer. Di samping garis sebagai elemen utama, serigrafi Sutanto juga terdiri dari potongan gambar yang bervariasi, dan kaya akan penggunaan warna.

Sutanto selama ini fokus berkarya dalam ruang seni grafis. Meski karya yang dipamerkan kali ini menggunakan teknik cetak saring, perupa kelahiran Klaten ini juga kerap menggunakan teknik cukil kayu. Selain itu, ia juga menjadi desainer grafis dan kartunis untuk sejumlah media antara lain Tabloid Mahasiswa Indonesia semasa dirinya masih menjadi mahasiswa dan Majalah Tempo hingga 1984. Saat ini, karya kartunnya masih bisa dijumpai di Harian Pikiran Rakyat dan The Jakarta Post. HL Ninin

loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.