Perceraian merupakan hal terberat yang dialami pasangan. Masalah berat itu termasuk pengurusan pembagian harta gono gini. Apalagi bila itu berupa rumah, yang menjadi aset terbesar yang biasanya dimiliki oleh pasangan suami istri.

Dilansir dari foxnews.com, berikut ini ada beberapa metode yang bisa dipilih setiap pasangan suami istri yang bercerai, ketika akan membagi harta perkawinannya yang berupa rumah:

1. Jual dan bagi rata hasil penjualannya 
Menjual rumah dan membagi hasilnya adalah cara yang paling banyak dipilih oleh pasangan bercerai. Banyak perencana keuangan yang menyarankan klien mereka untuk menjual rumah dan membagi harta secara adil. Cara ini terlihat sederhana dan tidak ada hutang antar kedua pihak. 

2. Dihibahkan ke anak
Untuk menghindari konflik berkepanjangan, ada pula pasangan bercerai yang ingin sertifikat rumah tersebut dibaliknama menjadi milik anak mereka. Sebenarnya hal ini dapat dilakukan, karena anak di bawah umur pun dapat menerima hak untuk balik nama sertifikat. Akan tetapi, anak di bawah umur tidak dapat melakukan perbuatan hukum, seperti menandatangani dokumen jual-beli dan sebagainya. Jika perbuatan hukum harus dilakukan, hal tersebut dapat dilakukan oleh walinya.

3. Dibagi secara harfiah 
Untuk rumah berukuran besar, ini adalah cara yang paling sederhana, namun sulit untuk dijalani. Yaitu dengan membagi bangunan menjadi dua bagian dan membiarkan pasangan suami istri yang telah bercerai tinggal berdampingan. Jika perpisahan yang terjadi berjalan dengan mulus mungkin ini menjadi solusi yang tepat. Namun tidak jarang kondisi bertetangga ini menghadirkan masalah baru di kemudian hari.

Rubrik Lainnya
loading...
loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.