“Saya pun awalnya ragu. Orang tahunya partai politik identik dengan birokrasi berbelit, kolot, kongkalikong, dan stigma negatif lainnya. Namun setelah bertemu klien dengan visi yang revolusioner, saya terima proyek ini. Lebih karena kepercayaan personal dan dukungan total yang diberikan. Bisa dibilang, ini adalah klien yang sempurna bagi arsitek. Saya diberi kebebasan penuh dalam mendesain dan proses pembangunannya,” jelas arsitek Muhammad Egha yang mengerjakan gedung kantor DPP Golkar Jakarta.

Ruang Terbuka Untuk Banyak Aktivitas

Muhammad Egha merancang ruang terbuka di depan gedung untuk berbagai aktivitas. Sebagian dibuat seperti amphitheater yang bisa digunakan untuk acara diskusi. Biasanya peserta diskusi bertambah melebihi jumlah undangan karena warga yang melintas tertarik dengan keramaian dan akhirnya turut menyimak.  Muhammad Egha memilih rumput sintetis yang lebih mudah dalam perawatan untuk menutup bagian depan pelataran. Bukan ia ingin menampilkan kesan formal atau tidak mau berkreasi dengan membuat bentuk bangunan yang unik, tapi tenggat waktu singkat yang diberikan memaksa Muhammad  Egha untuk memilih solusi terbaik yang paling realistis.

“Saya diberi waktu lima bulan untuk menyelesaikan kantor ini. Semacam proyek Rara Jonggrang,” ujar Muhammad Egha, pendiri Delution Architect ini tertawa. Sebagian konstruksi menggunakan balok dan kolom dari bangunan lama sehingga menghemat waktu pengerjaan. Ruang-ruang kantor dihubungkan dengan koridor terbuka di sisi bangunan yang menghadap taman. Bahkan 70 persen dari total luas bangunan dirancang sebagai area terbuka tanpa AC. Tanaman yang menjuntai pada fasad gedung juga merupakan ‘Keterbukaan’ juga berlaku pada bagian dalam bangunan.

Semua ruang dibuat dengan dinding kaca besar, sehingga setiap orang yang melintas di koridor bisa melihat kegiatan yang berlangsung di dalam ruangan. Kamar kecil dirancang semi terbuka. Begitu juga dengan masjid di lantai dasar yang bisa digunakan masyarakat umum. Tentu ini bukan sebuah desain yang umum bagi kantor parpol. Bahkan mantan gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama yang pernah berkunjung memuji kantor ini mirip pusat kreatif. 

Rubrik Lainnya
loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.