Santi Alaysius. Bersama Hamphrey Tedja, Santi mendirikan Domisilium Studio. Ini kantor mereka. Semua dindingnya dicat  berwarna hitam. Langit-langitnya dibiarkan tanpa plafon, langsung memperlihatkan hasil cor yang menjadi lantai dua. Jalur kabel listrik yang menempel padanya justru menjadi ornamen dekoratif. Ornamen lainnya adalah lukisan-lukisan yang dipasang pada dinding selasar di samping ruang rapat.

Kantor Menjadi Rumah Kedua

Bagi Santi Diah dan Hamphrey Tedja, kantor harus bisa menjadi rumah kedua. “Kami menghabiskan sebagian besar waktu di kantor. Jadi saya buat kantor ini nyaman.Ada shower buat yang mau mandi, ada dapur, dan ada sofa besar untuk istirahat. Bahkan kami punya tempat olahraga muaythai di atas. Jadi jangan sampai sakit karena kurang olahraga. Waktu dan tempat sudah ada,” tegas Santi Diah. 

Ruang kerja karyawan nantinya akan bertambah luas untuk menampung anggota tim yang baru. Ruang yang sekarang akan disatukan dengan lantai atas dari ruko di sebelahnya.Lantai paling atas adalah ruangan Santi Diah dan Hamphrey Tedja. Avia karya Zaha Hadid menggantung di langit-langit tangga. Penambahan insulasi panas pada atap menjadi langkah pertama menjadikan ruang bawah atap ini nyaman. “Kami suka dengan kontras yang dihasilkan warna hitam dan putih,” jelas Hamphrey tentang dinding ruang kerjanya.

Ruang kerja ini juga dilengkapi dengan sofa-sofa besar yang nyaman untuk beristirahat. Sebenarnya kucing-kucing Domisilium terlarang untuk masuk ke ruang ini. Tapi siapa yang bisa menjamin itu. Baret-baret kecil terlihat di sudut bawah sofa hitam putih. Sisa rooftop menjadi teras yang cukup lebar di depan ruang kerja. Teras ini yang dipakai untuk latihan muaythai agar penghuni kantor sehat jasmani.

Rubrik Lainnya
loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.