Sebuah ruko tiga lantai berada di depan sekolah dasar. Suasana sekitarnya selalu ramai di siang hari. Lalu lalang kendaraan nyaris tidak pernah berhenti. Dulu, di lantai dasarnya ada restoran mie ayam. Belum sempat kami menyicipi rasanya, restoran ini tutup. Area makan pengunjung kini menjadi ruang rapat. Di lantai dua, ada anak-anak muda yang terlihat menikmati apapun yang mereka buat. Di lantai paling atas sama saja. Dua orang penghuninya adalah pemanipulasi ruang. Inilah kantor Domisilium Studio.

Dinding Hitam Dan Langit-langit Tanpa Plafon

Kami kembali ke ruko tersebut setelah beberapa tahun. Selain karyawan yang memiliki akses, pintu depan tidak bisa dibuka dari luar. Di dalamnya ada ruang tunggu. Bukan resepsionis yang menemani tamu, tapi kucing-kucing yang tidak kalah cantik. “Kucing-kucing ini bisa memperbaiki moral lho. Kalau lagi pusing dengan kerjaan, keluar sebentar ketemu mereka, megelus-elus, melihat tingkahnya, lalu kembali bekerja lagi sudah beda moodnya,” aku Santi Alaysius. Bersama Hamphrey Tedja, Santi Alaysius mendirikan Domisilium Studio. Ini kantor mereka.

Semua dindingnya berwarna hitam. Langit-langitnya dibiarkan tanpa plafon, langsung memperlihatkan hasil cor yang menjadi lantai dua. Jalur kabel listrik yang menempel padanya justru menjadi ornamen dekoratif. Ornamen lainnya adalah lukisan-lukisan yang dipasang pada dinding selasar di samping ruang rapat. “Semua karya seni yang dipakai disini buatan seniman lokal. Yang di selasar itu karya seniman dari Bandung,” terang Santi Alaysius.

“Baru sekarang saya punya meja sendiri. Dulu saya bekerja pindah-pindah tempat. Kadang di pantry, kadang di ruang rapat ini,” ujar Santi  Alaysius sambil menepuk meja kayu panjang di ruang rapat. Rupanya ia tidak cocok dengan pola kerja yang ‘tanpa meja’. “Saya merasa tidak bisa bekerja efisien,” akunya. Namun Santi Alaysius dan Hamphrey tidak mau begitu saja memaksakan pola kerja mereka kepada karyawannya. Ternyata para desainer muda mereka juga nyaman dengan memiliki personal space. 

Rubrik Lainnya
loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.