Tiga tahun lalu, desainer lulusan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung ini sempat mengunjungi redaksi Home Living untuk memperkenalkan karyanya. Ia membawa wajah baru furnitur rotan dengan desainnya yang 'muda', modern, serta ambisinya untuk mengangkat 'martabat' rotan menjadi bahan baku furnitur berkelas. Ambisi tersebut seakan tak pernah padam, bahkan semakin menggebu setelah karyanya masuk dalam jajaran koleksi Capellini, brand furnitur besar asal Milan. Ya, ia adalah Abdie Abdillah yang sosoknya tetap sesederhana dan seramah saat mengunjungi Home Living pertama kali.

Rattan Goes International
Jika membuka website Capellini, Anda akan menemukan sosok Abie disejajarkan dengan nama-nama besar desainer dunia lainnya seperti Tom Dixon, A G Fronzoni, Antonio Facco, Todd Bracher, dan lain sebagainya. Cukup membanggakan karena dari brand besar ini banyak hadir desainer-desainer yang akhirnya mendunia. “Ini bukan sekadar Abie Abdillah di Capellini loh, tapi lebih kepada rotan Indonesia masuk dan di sejajarkan dengan furnitur karya desainer dunia lainnya,” buka Abie.

Masuknya ia dalam brand dunia memang cukup membanggakan, namun di atas semua itu, Abie memiliki cita-cita yang lebih besar lainnya, yakni membawa rotan Indonesia lebih bermartabat. Menurutnya, sebagai negara penghasil rotan dan sentra manufaktur terbesar, seharusnya Indonesia menguasai pasar furnitur rotan dunia. “Lalu bagaimana membuat rotan mendunia, sedang di Indonesia sendiri, rotan masih dianggap furnitur murah, jadul, dan tidak berkelas, padahal itu salah besar. Dan itu tantangan bagi para desainer rotan untuk membuat karya berkualitas” ujar Abie yang harus mendiskripsikan apa itu rotan sepanjang dua paragraf kepada pihak R&D Capellini sebelum produknya di-develop.

Salah satu cara untuk mengejar cita-cita itu, Abie banyak mengikuti event internasional seperti ajang pameran di Singapura, Hongkong, Korea Selatan, Guangzhou, bahkan beberapa diganjar penghargaan. “Saya juga terlibat di Pusat Inovasi Rotan Nasional di bawah Departemen Perindustrian. Di sini kami mengadakan berbagai program mulai dari workshop hingga mengundang desainer rotan untuk saling bertukar informasi, agar Indonesia ngeh kembali dengan rotan,” paparnya. Ajang terbaru yang telah diikuti Abie yakni The Triennale of Milan and Venice Architecture Bennale, April lalu, di mana karyanya dipamerkan dalam suatu instalasi khusus bersama karya desainer dunia sekelas Shigeru Ban dan Zaha Hadid.

New Look Rattan
Persinggungan Abie dengan rotan bukan baru dimulai sejak bangku kuliah. Sejak kecil saat tinggal di Bandung, keluarganya memiliki satu set sofa rotan yang ketika dewasa ia sadari itu sebagai replika desain Isamu Kenmochi, desainer Jepang yang sangat terkenal masa itu. Baru disaat kuliah, ketertarikan Abie akan rotan semakin terasah. Apalagi setelah ia menjadi 'penyusup' rombongan mahasiswa Desain Interior ITB saat melakukan kunjungan pabrik rotan di Cirebon. Saat kunjungan itu, Yazuru Yamakawa, desainer dan pendiri PT Yamakawa Rattan berkata, “Desainer Indonesia bila ingin dihargai dunia, jadilah desainer rotan.” Kata-kata itulah yang terus membekas hingga kini.
Saat tugas akhir, Abie membuat Madu Stool, yang terinspirasi dari sarang lebah. “Di sini saya mencoba bereksperimen dengan rotan berdiameter kecil, karena rotan berdiameter kecil itu sangat lentur dan jarang digunakan di pasaran,” jelasnya. Selain itu juga terdapat Pretzel Bench dan Loop Lounge Chair. “Pada Loop Lounge Chair, saya mencoba menggabungkan rotan besar dan kecil untuk outdoor. Untuk memberi kesan ringan saya membuat anyaman yang bolong-bolong agar lentur dan kuat,” serunya.
Tak hanya rotan, Abie pun mendesain beberapa furnitur yang terbuat dari kayu, misalnya Tripod Stool dan Goda Armchair. Ini merupakan bentuk eksplorasi Abie saat ia mencapai titik jenuh dalam mendesain. “Rotan tetap passion saya, tetapi saya tidak ingin jenuh maka saya mengeksplor material lain,” tutup Abie yang mendirikan studionya sendiri yang diberi nama StudioHiji yang dalam bahasa Sunda berarti 'satu'. StudioHiji merupakan studio berbasis desain furnitur yang dibangunnya 2009 dan menjadi wadah Abie berkarya serta memasarkan produk-produk yang dibuatnya. HL 

Rubrik Lainnya
loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.