Egino Tri Prasetya, arsitek dari Utopia Architect merancang sebuah rumah bergaya modern tropis dengan menyatukan sebuah bangunan joglo di tengah-tengahnya. Di pendopo joglo dijadikan tempat para tamu duduk-duduk santai. Ini adalah rumah di kota Yogyakarta, yang pemilik rumahnya merupakan pengusaha dan kolektor joglo. Bagi Pemilik rumah itu, joglo adalah warisan budaya yang wajib dilestarikan.

Menyatunya joglo dengan rumah modern tropis

Meski menyukai joglo, pemilik justru tak ingin mengaplikasikannya pada bangunan atau rumah utama. Merupakan tantangan menyatukan joglo dengan desain rumah yang modern. Pendopo joglo ini berada di antara taman dan kolam renang yang luas. “Selain joglo sebenarnya pemilik menginginkan menanam pohon pulai (di Jawa disebut pule) di sini, tapi tidak dilakukan mengingat ukuran tanaman yang terlampau besar,” ucap Egiono Tri Prasetya.

“Untuk kusen, saya menggunakan kayu jati bekas yang dibuat kesan rustic permukaannya,” kata Egiono Tri Prasetya, arsitek lulusan Universitas Tarumanegara ini. Dan pantry yang menyatu dengan ruang makan menjadi ruang pertama yang kita jumpai saat memasuki area utama di rumah ini. “Di sini, desain ruang yang menyatu dan terbuka atau open space sangat digemari. Ini sesuai dengan konsep modern tropis yang saya pakai,” tutur Egiono.

Karena lahan yang memanjang, ruang keluarga tak mungkin dijadikan satu area terbuka dengan pantry dan ruang makan, dan sebagai ruang perantara dibuatkan reflecting pool. Di lantai dua ini juga terdapat kamar tidur utama yang menyatu dengan walk-in closet dan toilet pribadi di dalamnya. Kamar tidur utama ini memiliki view ke arah taman belakang. Untuk lantai tiga dikhususkan untuk kamar tidur tamu dan ketiga anak pemilik rumah.

Rubrik Lainnya
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.