Rumah pesinetron Umar Lubis dan istri, Ravelra Supit berdiri di lahan yang luas. Bangunannya seluas 500 meter persegi di atas lahan 1.650 meter persegi. Rumah tersebut didesain sendiri oleh Umay dan Vella, panggilan akrab mereka. Diawali dengan membuat daftar ruang yang dibutuhkan hingga menggambar sendiri desain rumah, mereka lakukan sendiri. Uniknya ruang-ruang tersebut mereka beri nama sesuai warna yang dominan.

Berikut ini ruang per ruang rumah Umar Lubis-Vella Supit:

Memasuki pintu utama, foyer yang mendapat limpahan sinar matahari dengan pohon artifisial dan cermin besar menyambut hangat. “Kami cinta dengan alam luar. Penginnya dimanapun kami berada di rumah, ada sinar matahari masuk, bahkan di kamar mandi,” kata Vella. Menerus ke dalam, ruang tamu yang disebut brown room.

Sofa coklat yang sangat nyaman membuat diri semakin betah di ruang yang hangat ini. Ruang ini pula yang menjadi ruang rapat keluarga Umay-Vella dengan keempat anak mereka, Nabil Raehan Lubis, Ramzie Rif’at Lubis, Rania Rizqina Lubis dan Raafi Ali Lubis. “Kalau ada meeting keluarga dengan anak-anak, di ruang brown ini. Tempat ngobrol lebih enak,” buka Vella. Tak bersekat, brown room juga menyatu dengan cream room dan black & white room.

Cream room merupakan ruang makan dan pantry. Sesuai namanya, nuansa warna di ruang ini krem, terlihat pada furnitur dan dindingnya. “Padahal nggak direncanakan. Karena saya suka warna-warna netral, krem, coklat, putih dan hitam, jadi furnitur yang dibeli terpisah dengan corak dan bentuk yang berbeda tetap bisa berpadu harmonis di setiap ruang,” seru Vella.

Dekorasi dinding serba hitam dan putih di black & white room terasa lebih modern dibanding ruang lain yang bergaya interior perpaduan etnik dan modern. Satu ruang yang merupakan favorit sebagai tempat berkumpul keluarga Umay-Vella, Free Room.

“Disebut free karena di sini terserah mau warna apa saja. Ruang ini lebih menonjolkan pemandangan luar dan berukuran luas, cocok untuk berkumpul seluruh keluarga. Raafi bermain bola dan mobil-mobilan di bawah, kakak-kakaknya ada yang menonton teve, membaca majalah dan tidur-tiduran, saya dan Umay mengobrol, semuanya nyaman dilakukan di ruang ini. Kami ingin membiasakan keluarga untuk tidak berkumpul di kamar,” buka Vella dan Umay.

Rubrik Lainnya
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.