Sebuah perahu kecil memulai pelayaran mengarungi lautan dua tahun lalu. Di setiap persinggahan, perahu itu mengisi perbekalan dan memperbaiki bentuknya menjadi lebih besar. Semua itu dilakukan agar kuat mengarungi samudera yang lebih luas. Bukan sekadar bertahan, perahu ini ingin menjadi yang terbesar dan pilihan utama bagi mereka yang ingin berlayar. Seperti itulah ARK Interior mengarungi dunia desain interior yang penuh tantangan.

A Drive for Redemption
    ‘Ark’ yang berarti perahu dalam bahasa Inggris, juga singkatan dari nama sang pendiri, Arundhati Kenova. Latar belakang pendidikannya di periklanan. Namun keinginan terbesar dia, menjadi arsitek atau desainer interior. Tiga unit rumah pribadinya dan beberapa rumah kerabat pun menjadi pelampiasan hasrat kreatif wanita kelahiran 24 November ini. "Seperti balas dendam yang harusnya dilakukan sejak lama," ujarnya tertawa. 
    Banyak cara dan waktu yang dilalui Kenova untuk menutupi kekurangtahuannya soal material bangunan saat itu. Interaksi dengan pekerja lapangan dan menyimak presentasi dari vendor menjadi cara ringkas dan efisien untuk belajar sambil mempraktekkan langsung. "Akhirnya saya berpikir, mengapa (mengerjakan interior) tidak dijadikan penghasilan saja? Padahal saat itu saya cukup sibuk mengurus rumah produksi. Saya semakin yakin setelah memenangi tender untuk mengerjakan interior lobi sebuah rumah sakit. Itu adalah proyek pertama Ark," kenang Kenova.
    Pada proyek pertama tersebut, Kenova membawa konsep yang berbeda. "Kami menawarkan desain yang membuat pengunjung tidak merasa ada di lobi rumah sakit. Malah terasa seperti lobi hotel. Kepala rumah sakit menyukai konsepnya, selanjutnya kami memenangi tender proyek seluas 900 meter persegi kala itu," ceritanya. 

Branding the Design Quality    
    Kenova mengakui bahwa Ark tidak bisa dilepaskan dari karakter dirinya. Bahkan sekitar separuh dari seluruh proyek yang didapat hingga saat ini dipengaruhi oleh figur dirinya sebagai mantan model. Pada suatu hari ia bisa tampil elegan untuk mempresentasikan konsepnya pada klien. Di hari lain ia tampil kasual saat menemui mandor, mengecek kemajuan proyek ke lapangan. "Jangan tertipu dengan penampilan. Aslinya saya ini tomboy loh," aku wanita yang gemar jogging dan berenang ini. 
    Ia memiliki pengetahuan di bidang marketing dan periklanan. Paduan kemampuan bisnis dan hasrat desain menjadi keunikan wanita cantik ini. Dengan modal itu ia memiliki visi untuk menempatkan Ark jadi brand yang top-of-mind, melebihi imej dirinya.  "Dalam dua tahun ke depan, saya ingin menjadikan kualitas desain Ark interior sebagai alasan klien memilih kami," ujarnya mantap. 
    "Mimpi untuk menembus pasar internasional pasti ada. Kebetulan Ibu saya tinggal di Berlin. Beliau bercerita tentang potensi pasar furnitur, terutama kayu, di Eropa. Kami menuju ke sana, dengan terlebih dulu membuat Ark sebagai lini produk sendiri dalam beberapa tahun ke depan," jelas wanita penyuka warna merah dan biru ini. HL 

Rubrik Lainnya
loading...
Leave Comments
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi home.co.id. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.