Sama-sama lulus dari Universitas Tarumanegara dengan Sang Istri Henny Suwandi, Pieto yang sempat berkarya di beberapa firma arsitektur memutuskan membentuk 2+p pada 2008 yang kemudian berganti nama menjadi DP+HS, singkatan nama keduanya agar lebih personal. Dari yang awalnya hanya beranggotakan dua orang, kini enam orang sudah bergabung dalam DP+HS. Brainstorming ide antara klien dan arsitek adalah proses tawar menawar paling sering. Ide dari klien harus diarahkan arsitek lewat komposisi. Pencapaian konsultannya pun kini telah luas, tidak hanya meliputi proyek di Jabodetabek, tetapi juga showroom di Balikpapan, perumahan di kepulauan Bangka hingga memiliki workshop sendiri.


Untuk mendapatkan desain yang baik ia dan timnya banyak belajar dari firma Singapura yang lebih aplikatif dalam bangunan tropis, seperti SCDA Architect, W.O.H.A dan RT+Q. Mengeksplor material untuk menghasilkan tampilan baru menjadi filosofinya selain memanfaatkan cahaya matahari yang melimpah untuk menghasilkan ambiance tertentu.