Evie bukanlah lulusan sekolah desainer, namun intuisinya pada dunia desain terasah dengan baik. Titik awal terjadi di 2006 saat ia pertama kali menangani interior 12 townhouses dan membuka Savvy Design Home di tahun yang sama. Bakat, sesuatu yang harus dimanfaatkan dengan baik untuk membantu klien yang kesulitan dalam memadupadankan berbagai furnitur dan aksesori untuk sebuah ruang. Tak ada tip khusus darinya, karena rata-rata klien yang datang telah mengenal gaya rancangan eclectic classic nya dengan baik.

Evie menginginkan karya Savvy Design Home bisa diterima masyarakat, menjadi besar dan memiliki cabang di Luar Kemang sehingga klien yang kesulitan mengakses dapat dimudahkan. Namun ia tidak menginginkan karya desain Savvy Design Home diproduksi massal. “Lebih baik mendesain dalam kuantitas sedikit tetapi fokus,” kata wanita yang menghabiskan me time-nya dengan minum teh sambil membaca dalam keremangan lilin aromatherapy dalam iringan classical music.