Sedari kecil, istri dari Adria Ricardo ini sudah menyenangi dunia arsitektur. Mengenyam pendidikan yang sama dengan Sang Suami, Adria di Universitas Pelita Harapan. Setamat kuliah, ia bergabung dengan di Han Awal & Partners. Yurike keluar dari konsultan ini berselang dua tahun setelah Adria untuk mendirikan AYArchitect, konsultan yang diambil dari nama keduanya. Tahun pertama mendirikan konsultan menjadi tantangan yang harus dihadapinya. Salah satu tantangan yang dihadapi yakni bagaimana mencari klien. Tantangan demi tantangan dihadapinya hingga AYArchitect memasuki tahun ke limanya di 2017. Dari yang awalnya hanya beranggotakan dua orang, kini AYArchitect beranggotakan delapan orang arsitek di dalamnya. Membuat suasana kantor selalu exciting dengan proyek-proyek yang tidak membosankan selalu diterapkan keduanya dalam bekerja. Untuk mencapai hal tersebut ia sangat mengandalkan komunikasi dan kecocokan dengan para klien untuk mendapatkan karya yang selalu berbeda dan tidak membosankan


Dari pengalaman yang didapati hingga kini, ia percaya bahwa untuk mendapatkan ide tidak melulu berasal dari kalangan yang sama. Berada di lingkungan dengan profesi dan latar belakang yang berbeda justru membuat ide mereka tidak stagnan. Dan travelling menjadi salah satu cara keduanya untuk bertemu dan mengenal banyak tempat, lingkungan, dan komunitas. Salah satu hobi yang kerap mereka lakukan bersama yakni diving. Beberapa daerah di Indonesia seperti Manado, Papua, Gili Trawangan dan lain sebagainya, menjadi beberapa daerah yang lautnya pernah mereka cicipi keindahannya. Ia pun menjadikan travelling sebagai tradisi di kantornya untuk me-refresh ide-ide kreatif.