Roland Adam, desainer interior yang telah lama dikenal di dunia profesinya. Ia tidak hanya menangani proyek di dalam negeri. Beberapa karyanya terdapat di Singapura, Manila (Filipina), Perth (Australia) dan Amsterdam (Belanda). Hal yang unik, Roland tidak memiliki latar belakang pendidikan desainer interior. Sekitar 1990-an, setelah menyelesaikan pendidikan di bidang perhotelan Sahid dan juga sekolah basic management di London, ia kembali ke Jakarta dan mencoba bekerja di bidang retail untuk home accessories, di Chic mart. Bermula dari menata display toko agar terlihat lebih menarik, membuatnya ingin menyelami lebih dalam bidang interior. Roland merupakan orang yang suka menjajaki profesi-profesi lain. Selain interior rumah, ada juga beberapa karyanya sebagai wedding decorator. Roland pun pernah bergabung dengan Baker Furniture yang merupakan produk dari Amerika.

Menurut Roland, ia lebih banyak dikenal dengan desain bergaya modern tropis. Ia menyukai warna dan tekstur alamiah, seperti kayu, bambu, rotan dan lampit. Ia juga menyukai desain modern-minimalis yang simpel, namun tidak menyukai kesan dingin. Bahan-bahan lokal seperti kayu jati dan rotan, selalu ia pakai untuk desain furniturnya. Roland juga menggunakan produk-produk luar negeri yang ia kombinasikan dengan bahan-bahan lokal, mulai dari bambu, rotan ataupun lampit. Roland menggunakan bahan-bahan lokal agar kesan alami tetap ada dalam desainnya. Ia menyukai desain yang simpel dan polos, tidak seperti gaya tradisional Indonesia yang memiliki banyak ukiran dan profil. Ia berpendapat desain harus sesuai dengan iklim.