Hangat dan antusias, menjadi ciri lulusan Universitas Gadjah Mada ini. Selepas lulus bangku kuliah Arsitektur pada akhir 1990-an, Dina langsung bekerja di salah satu konsultan Arsitek dan Desain Interior di Jakarta. Pengalaman menangani proyek besar menjadikan Dina matang dan memperoleh kesempatan untuk menjadi project leader pembangunan kantor yang lengkap dengan guest house salah satu BUMN di wilayah Bangka.

Merasa prihatin dengan kondisi interior rumah sakit di Indonesia yang begitu klinikal, Dina sangat ber-passion dalam mengubah stereotype interior rumah sakit menjadi lingkungan yang lebih menyembuhkan (healing environment). Berbekal seminar dan workshop yang diikuti Dina di Amerika Serikat, ia aktif dan mengkhususkan diri sebagai ahli desain interior healthcare building.

Salah satu punggawa dari Green Building Council Indonesia (GBCI) ini menambahkan, bahwa bangunan yang sehat harus memperhitungkan detil aspek konstruksi, material, energi dan yang paling penting adalah kualitas udara dalam ruang, bukan cuma penambahan tanaman dan dinding hijau saja.