Arianto dan Jauventia – AT Architect:

Menciptakan Cerita Dalam Bentuk Rumah

Arianto atau yang biasa dipanggil Ari dan Jauventia Renata atau yang biasa disapa Tia, tergabung dalam satu wadah, sebuah biro arsitek bernama AT Architect. Mereka mendirikan AT Architect pada 2013 dan bersama-sama menciptakan bangunan, paling banyak berupa rumah tinggal yang mengandung cerita di dalamnya.

Mendirikan biro arsitek bersama

Ari dan Tia bertemu saat sama-sama menjadi karyawan di sebuah kantor biro arsitek sebelumnya. Di kantor lama itu, mereka sering bekerjasama. Keduanya kemudian merasa kompak dan saling sesuai satu sama lain dalam bekerja. Setelah merasa cukup siap, di tahun 2013, keduanya mengundurkan diri dari perusahaan sebelumnya itu dan bersama-sama berjoin partner mendirikan AT Architect.

AT Architect bergerak di bidang konsultan arsitektur yang fokus pada mendesain, dan tidak membangun. Menurut Tia dan diiyakan oleh Ari, bangunan yang didesain dan dibangun oleh pihak yang sama hasilnya biasa saja. “Supaya hasilnya maksimal, kami hanya mengerjakan desain,” kata Tia, arsitek lulusan Universitas Katholik Parahyangan Bandung. AT Architect juga memiliki beberapa rekanan kontraktor yang dikenalkan kepada pemilik rumah saat mereka akan membangun rumah tersebut. Ari dan Tia bahkan selalu melakukan komunikasi yang baik dengan kontraktor dan pemilik rumah, hingga bangunan itu jadi, bahkan hingga beberapa saat setelah pemilik rumah pindahan ke rumah yang baru dibangun tersebut.

Uniknya residensial

Dalam empat tahun sejak AT Architect berdiri, 90 persen yang didesain adalah untuk rumah tinggal. “Pertama karena kami masih baru, jadi kami tidak pilih-pilih projek. Kebetulan yang banyak projek yang datang adalah residensial. Namun kemudian kami menemukan uniknya mendesain rumah tinggal,” tambah Tia.

Ari menambahkan, dalam mendesain rumah, mereka harus menyesuaikannya dengan karakter penghuni. “Biasanya saya bertanya sampai detail, bahkan sampai kebiasaan masing-masing penghuni ketika mandi, makan, menerima tamu, dan sebagainya,” ungkap Ari. “Kami menggali kebiasaan mereka hingga menjadi sebuah cerita dalam bentuk bangunan,” tambahnya.

Setia pada tropis, modern, kontemporer

Baik Ari maupun Tia berharap para calon klien mereka sudah mengerti style desain mereka, yang selalu patuh pada gaya tropis, modern, kontemporer. Beruntung kebanyakan klien mendapatkan rekomendasi dari orang yang sudah dikenalnya melalui sistem dari mulut ke mulut, dengan demikian mereka sudah mengerti betul kesetiaan biro arsitek ini pada gaya-gaya tertentu.

“Kami tidak mendesain rumah klasik, juga tidak yang terlalu modern. Semuanya disesuaikan dengan iklim Indonesia, bahkan wilayah dimana rumah itu akan dibangun,” ujar Ari, yang sudah berkecimpung di bidang arsitektur selama 20 tahun.

Terpenting bagi keduanya, proses membangun rumah yang tidak sebentar dan tidak murah, menghasilkan tempat tinggal yang nyaman dihuni, penghuninya merasa betah dan terjadi hubungan yang baik antar penghuni dan mereka menghasilkan hal-hal yang positif dalam hidup mereka.