Maria Rosantina

Arsitek adalah Panggilan Hati

Ungkapan pada judul di atas diucapkan Maria Rosantina berkali-kali saat wawancara berlangsung. Baginya bidang arsitektur bukan sekadar pekerjaan, melainkan juga hobi dan passion. Dengan demikian ia menyatakan telah mendapatkan kebahagiaan hidupnya. “Rasanya tidak seperti bekerja, melainkan berkarya. Tidak ada beban dan sudah menyatu dengan tiap tarikan dan embusan napas dalam hidup saya. Menjadi arsitek adalah panggilan hati,” kata Maria.

Menyukai seni

Diawali dengan keingin ayahnya agar dia menjadi dokter, Maria mengikuti tes untuk masuk fakultas kedokteran dan diterima. Namun mengingat keinginannya menjadi arsitek dan kesukaannya pada seni, tiket masuk perguruan tinggi berkualitas bidang kedokteran itu ditinggalkannya. Perempuan kelahiran 19 September 1974 ini mengikuti kata hatinya, masuk ke Arsitektur Unpar. “Ternyata dunia saya memang di bidang arsitektur,” katanya tersenyum.

Arsitektur boleh jadi memang sudah cita-cita Maria sejak kecil, bila dikonotasikan bahwa arsitektur adalah seni. Sejak kecil Maria memang senang hal-hal yang berhubungan dengan seni, seperti musik, budaya, dan tari. “Meskipun ayah saya ingin saya jadi dokter, tapi sebenarnya beliau juga yang mengasah rasa seni saya karena beliau sering mengajak saya ke pameran lukisan serta berwisata ke candi,” kisah Maria.

Lulus di masa krismon

Maria Rosantina adalah arsitek lulusan Arsitektur Universitas Parahyangan Bandung. Kelulusannya bersamaan dengan krisis moneter yang melanda Indonesia tahun 1998. Kondisi ini membuatnya tidak bisa segera bekerja di kantor konsultan arsitektur, karena banyak kantor jenis tersebut yang collapse dan gulung tikar. Padahal Maria berpengalaman magang di dua kantor sewaktu belum lulus yaitu Rekamatra dan Hepta. Ilmu arsitektur kemudian dituangkan ke dalam pekerjaan dalam bentuk membuat studio sendiri. Baru pada 2002 Maria diajak rekannya sesama alumnus Arsitektur Unpar, Gregorius Supie Yolodi untuk bergabung di d-associates yang sudah didirikan oleh Supie (panggilan akrab Gregorius Supie Yolodi) sebelumnya pada 2000. Maria pun bergabung di biro arsitektur ini sampai sekarang. Jabatannya kini adalah Principal Architect.

Modern architecture dan modern design

d-associate adalah sebuah studio arsitektur yang mengerjakan pekerjaan desain atau konsultan arsitektur dan interior. “Hasil yang kami hasilkan bukan karya yang trendy, tidak mengikatkan diri pada style tertentu, tapi ada benang merah yaitu pada modern architecture dan modern design,” kata Maria. Ia menambahkan, “Kami mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai yang baik pada arsitektur, misalnya konteks terhadap lingkungan, eksplorasi terhadap material, konsern pembentukan space.”

Selanjutnya Maria menambahkan, bahwa klien kantornya bisa siapa saja. “Projek yang kami tangani beragam, bisa private function residential, bisa juga public building,” kata Maria yang bersama Supie meraih IAI Award 2008 untuk Projek KM19 Rest Area.

D-associate sendiri mengalami Perkembangan, seiring dengan prinsip-prinsip arsitektur modern yang dijalankan dan kedatangan klien yang makin lama makin se-visi. Menjadi biro arsitektur yang berideasme menjalankan ilmu arsitektur secara benar.