Totalitas dalam Berkarya

Ketertarikan pada dunia seni dan besar dilingkungan orangtua yang gemar mengutak-atik rumah, membawa Quartanti Dharmarini Djojowijoto menjadi desainer interior profesional. Bermodal pengalaman bekerja di perusahaan besar di Jenewa, Bucharest, Rumania, dan 8 tahun di konsultan interior ternama di Jakarta, membuat wanita kelahiran 29 Mei 1972 ini pun sukses membuka, Damaska Tata Desain secara individual.

Proses belajar dan berkarya

Keinginan untuk menjadi seorang desainer interior, timbul sejak Tanti berusia 12 tahun. Gemar berkhayal dan menata rumah, serta sering mengantar sang Bunda ke tukang kayu untuk mendesain furnitur, membuat Tanti meneruskan S1-nya di Ecole De Decoration D'Interieur, A.OTT, Geneve, Swiss. “Gagal masuk ITB, saya memutuskan kuliah interior desainer di Amerika Serikat. Tapi saat mengunjungi kakak di Jenewa, tante menyakinkan saya kalau sekolah di Jenewa pun sama bagusnya. Jadi, niatnya hanya berlibur malah memutuskan untuk kuliah di sana,” gelak Tanti, yang mengaku kerja keras belajar bahasa Perancis sebagai bahasa pengantar di kampusnya.

Setelah lulus pada 1995, peraih 5 besar kompetisi window covering by hunterdouglass langsung bekerja di Unidesign Space Planning SA Jenewa, Swiss dan Unidesign Space Planning SRL Bucharest, Rumania, sebuah perusahaan besar dalam bidang office furniture “Di perusahaan tersebut saya mendesain office furniture dan space planning, dimana saya harus bisa mendesain sebuah ruang yang dapat memuat banyak orang. Namun tetap terlihat indah secara estetika. Salah satu karya saya yaitu mendesain restoran Mc Donald pertama yang ada di Bucharest,” jelas Tanti yang memutuskan kembali ke Indonesia pada 1997 untuk mengembangkan karier di negara tercinta.

Tidak pilih-pilih proyek

Kembali di Indonesia Tanti sempat melanjutkan kuliah Extension Management di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Bersamaan dengan itu, ia pun mendapat tawaran bekerja di perusahaan konsultan besar di Jakarta. Delapan tahun bekerja di perusahaan tersebut dan pengalaman bekerja diluar negeri, membuat Tanti memutuskan untuk bekerja secara individual. Di bawah bendera Damaska Tata Desain, beberapa proyek mulai dari residential, apartement, show unit, office, public space dan komersial, berhasil di tangani Tanti dengan dibantu beberapa temen.

Berkaitan dengan proyek, Tanti mengaku tidak pernah pilih-pilih proyek, juga tak pernah setengah-setengah dalam mengerjakannya. Semua proyek, dikerjakannya dengan memegang teguh prinsip totalitas. Tanti tidak pernah khawatir tak memiliki ciri khas dalam setiap proyek yang didesainnya. “Dalam mendesain, tidak semua ruang harus berbicara. Tapi penyelesaian desainnya harus baik, jadi semakin kayalah desainnya,” urai dosen tamu di UPH dan IKJ, yang juga turut berpartisipasi dalam buku karya 32 Desainer.